Perlengkapan dalam tugas konstruksi disimpulkan sebagai alat lapangan (alat berat), perlengkapan laboratorium, perlengkapan kantor (misalkan komputer), dan perlengkapan yang lain. Dengan memakai perlengkapan yang sama sesuai target, tugas bisa diraih dengan keakuratan saat yang lebih tepat, dan penuhi detail tehnis yang sudah dipersyaratkan.

Tetapi, pada tiap project ada kekhasan di mana tidak seluruhnya alat berat perlu digunakan di project itu. Beberapa jenis project yang secara umum memakai alat berat ialah project gedung, dermaga, jalan, bendungan,jembatan,lapangan terbang,terowong dan sebagainya.
1. Project Gedung
Alat berat yang biasa digunakan dalam project gedung ialah alat pemancang tiang dasar (pile driving), crane untuk perpindahan vertical, truck untuk pengiriman horizontal, concrete mixer, dan sebagainya. Concrete mixer dipakai sebagai pencampur laporkan beton dan concrete mixer truck sebagai pengangkut kombinasi beton. Alat pecandu kerap dipakai untuk memadatkan tanah disekitaran lantai dasar.
Dan saat sebelum penerapan tugas tanah pada lokasi bangunan, memerlukan pembersihan/land clearing/clearing and grubbing. Perlengkapan untuk pembersihan ini terbaik dengan memakai buldozer.Untuk pohon besar buldozer bisa mengeruk tanah di sekitar pohon, dengan menggunting beberapa akarnya, selanjutnya dirobohkan.
Penggalian tanah untuk fondasi bangunan gedung, yakni fondasi langsung telapak menerus, umumnya berupa trapesium, cukup hanya cangkul dan tenaga manusia, karena volumenya sedikit, dengan memakai alat berat tidak ekonomis.
Tapi untuk fondasi bangunan gedung yang besar dan luas dengan volume galian yang besar, meskipun sebagai fondasi dangkal misalkan fondasi plat/voet pelat , perlu diperhitungkan dengan memakai alat berat dalam masalah ini yang pas dengan memakai backhoe.
2. Project Jalan
Project jalan secara umum memakai alat keduk, truck, dozer, grader, alat pecandu, loader, scrapper, stone crusher. Alat keduk dipakai untuk mengeruk aliran disekitaran tubuh jalan. Bulldozer berperan untuk kupas tanah dan grader untuk membuat permukaan tanah.
Ripper sebagai traktor dengan peranan khusus sebagai alat membajak yang mempunyai tangkai baja berbuntut lancip (blade) yang terpasang pada bagian belakang bulldozer (traktor) untuk pecahkan (bajak) susunan bebatuan atau material yang keras. Loader dipakai sebagai pemuat tanah ke truck. Untuk jalan dengan pengerasan lentur dipakai asphalt mixing plant yang berperan untuk menambahkan bahan kombinasi aspal yang selanjutnya ditebarkan, diratakan, dan dipadatkan dengan memakai asphalt finishher. Dan untuk perkerasa kaku beton dioleh dengan memakai concrete batching plant yang selanjutnya dipindah dengan memakai truck mixer.
Compactor dipakai untuk memadatkan tanah. Jika dijalan raya, alat ini dipakai untuk memadatkan batu dan aspal. Alat semacam diantaranya tandem roller, tamping roller, pneumatic-tired roll.
3. Project Jembatan
Alat yang dipakai untuk project jembatan diantaranya ialah alat pemancang tiang dasar, alat penggali, crane, truck, concrete mixer atau concrete mixer truck, alat pecandu,backhoe,loader,dan beko. Masing-masing alat itu memiliki peranan dan pemakaian yang serupa pada project lain nya.
4. Project Dam
Project dam secara umum memakai alat penggali tanah, crane, truck, concrete mixer atau concrete mixer truck, alat pecandu tanah, loader, bulldozer, dan grader. Alat penggali tanah yang biasanya digunakan untuk project dam berbentuk backhoe atau front shovel. Concrete mixer dipakai untuk menambahkan bahan pembuaan beton yang digunakan untuk pembikinan dinding penahan tanah.
5. Project Terowong
Pada project terowong, alat berat yang kerap dipakai ialah Tunnel boring machine (TBM) yakni alat penggali terowong. Karena wujud mesin yang seperti silinder, permukaan terowong yang tercipta jadi seperti lingkaran.