Dalam sektor tehnik sipil beberapa alat berat dipakai untuk menolong manusia saat lakukan tugas pembangunan satu susunan bangunan atau pengilahan tanah. Sekarang ini alat berat sebagai aspek khusus dalam project, khususnya beberapa proyek konstruksi dengan rasio yang besar. Satu dari beberapa alat berat ialah scaper.

Tipe – tipe scraper
Scraper biasanya dikelompokkan berdasar typenya, scraper yang diambil (towed scraper), scraper bermotor (motorized scraper) dan scraper yang isi sendiri (selfloading scraper). Towed scraper biasanya diambil crawler traktor dengan kemampuan mesin 30 ponsel atau lebih. Scraper tipe ini bisa memuat material sekitar 8 – 30 m3.
1) Motor Scraper
Pada operasionalisasiya ada yang memakai mesin tunggal (front) dan ada yang memakai mesin double (front and rear). Mesin yang tunggal harus dbantu penggerak (bulldozer) dan yang dengan mesin double tidak arus ditolong bulldozer.
Jarak angkut motor scraper di antara 500 -2000 mtr., benar-benar efisien dipakai untuk material/tanah yang diambil pada keadaan tidak begitu keras dan medan operasinya menggunting atau meratakan bukit yang lumayan luas.
Daya tampung motorized scraper ialah sekitar 15 – 30 m3. Motorized scraper memiliki kemampuan 50 ponsel ataupun lebih dengan kecepatan capai 60 km/jam karena memakai alat pendorong ban. Namun daya cengkeram ban pada tanah kurang hingga scraper type ini dalam operasinya membutuhkan kontribusi crawler traktor yang diperlengkapi blade atau scraper lain. Operasionalisasi dengan alat tolong ini dilaksanakan dengan 2 langkah:
a) Push-Loaded
Alat tolong digunakan cuman pada sat pengerukan dan pengisian. Pada sat bak penampung sudah penuh, scraper bisa bekerja sendiri. Dengan begitu alat tolong bisa menolong beberapa scraper. Karena ada alat tolong, jarak menempuh scraper bisa capai 3 km. Ukuran dozer yang digunakan bergantung dari daya muat scraper.
b) Push-pull.
2 buah scraper dioperasionalkan dengan langkah ini di mana ke-2 nya sama-sama menolong dalam pengerukan. Scraper yang ada di belakang menggerakkan scraper di depanya di saat pengerukan dan scraper di depanya menarik scraper yang ada di belakang di saat pengerukan.
c) Towed scraper
Operasionalisasiya diambil oleh bulldozer karena tidak diperlengkapi ole mesin, dengan begitu tenaganya diambil dari bulldozer, towed scraper memiliki jarak angkut yang tidak lebih dari 500 mtr..
Towed scraper dalam eksekutornya ditolong alat lain seperti dozer.
2. Elemen Scraper
Scraper terbagi dalam bagian-bagian dengan masing-masing perannya. Beberapa bagian itu ialah bowl, apron, dan tail gate. Berikut ini sebagai keterangan sisi dari alat berat scraper dan perannya:
1) Bowl
Bowl ialah bak penampung muatan yang berada antara ban belakang. Bowl memiliki segi yang kaku dengan sisi depan dan belakang yang bisa digerakan (ejector dan apron). Sisi depan bowl bisa digerakan kebawah untuk operasi pengerukan dan perombakan muatan. Pada sisi bagian depan bowl yang mengarah ke bawah ada cutting edge. Kemampuan penuh bowl sekitar di antara 3 sampai 38 m3.
2) Apron
Apron ialah dinding lengkung bowl pada bagian depan yang bisa diangkat di saat pengerukan dan perombakan. Pengangkatan apron dilaksanakan secara hidrolis. Apron bisa tutup kembali di saat pengiriman material.
Peranan dari apron ialah atur saluran material masuk dan keluar bowl. Dalam keadan tertutup, apron ada di atas cutting edge. Beberapa mode scraper memilki apron yang bisa mengusung material sepertiga bermaterial di bowl.
3) Tail Gate
Tail gate atau ejector sebagai dinding belakang bowl. Di saat pemuatan dan pengiriman material dinding ini tidak bergerak, tetapi di saat perombakan muatan ejector bekerja maju untuk menggerakkan material keluar bowl. Alat ini juga digerakan secara hidrolis.
4) Cutting Edge
Cutting edge ialah blade dari baja yang ada pada bagian depan dasar bowl. Peranan dari blade ini untuk lakukan penetratif ke tanah. Karena perannya karena itu cutting edge bisa alami kerusakan bila berkenaan benda keras dalam tanah. Cutting edge yang hancur seharusnya ditukar supaya tidak menghancurkan bowl.
Operasionalisasi Scraper.
Scraper bisa jalankan fungsi-fungsi sekalian dalam 1x operasi, diantaranya:
Mengeruk dan Isi Untuk mendapat kerja hasil yang optimal harus dilaksanakan dengan:
1) Pusher Loading
Power Scraper sebetulnya bisa isi muatan tanpa kontribusi alat lain, tapi memerlukan waktu yang lama. Oleh karenanya pengisian muatan seharusnya ditolong oleh Buldoser. Dalam Pusher Loading penting diingat banyak hal. Tugas harus dilaksanakan minimal dengan kecepatan 10 ft/ detik, supaya pergerakan Power Scraper tidak terhalang oleh aturan material yang dikeduk.
Harus dilaksanakan penyelarasan kecepatan di antara Power Scraper dan Buldoser yang dipakai.
Diupayakan setiap 1,5 – 2 menit tiba Power Scraper yang siap untuk didorong, dengan begitu Scraper tidak sampai menanti untuk didorong Buldoser. Seharusnya pilih operator Buldoser yang sudah terbiasa dan eksper.
2) Down Hill Loading
Diuasahakan supaya skema kerja Power Scraper selalu ke arah sisi yang lebih rendah, supaya style berat alat akan menolong Power Scraper dalam isi muatannya sendiri, hingga waktu pengisian jadi lebih singkat.
3) Straddle Loading Straddle Loading
Ialah satu skema pemuatan/pengisian Power Scraper di mana setiap 2x pengisian, sisi tengahnya ditinggal lebih kurang dengan lebar 5 ft. Sisi yang ditinggal itu akan dipotong/dikeduk pada perjalanan pengisian yang selanjutnya.
4) Mengusung
Hal yang penting jadi perhatian dalam mengusung material memakai Power Scraper ialah kecepatan geraknya; Power Scraper yang memakai roda karet, benar-benar dicintai, karena mempunyai kecepatan yang tinggi.
Langkah untuk membuat lancar pengiriman memakai Power Scraper.
Power Scraper yang masih tetap baik dan mempunyai kecepatan tinggi tidak boleh digabungkan pada jalan yang serupa dengan Power Scraper yang mempunyak kecepatan rendah, karena akan mengusik; terkecuali bila jalan lumayan lebar hingga Power Scraper bisa sama-sama menyalib.
Diupayakan untuk menghindar tikungan tajam atau yang melingkarterlalu jauh, diupayakan waktu berbelok tidak lebih dari 15 detik. Agar Power Scraper bisa bergerak dengan kecepatan yang maksimal karena itu jalan harus terawat baik. Pengiriman ke dua arah benar-benar memberikan keuntungan, karena kurangi waktu untuk berbelok.
5) Menebarkan Material
Ada cara-cara yang bagus untuk kosongkan, lalu menumpuk dan menebarkan material muatan memakai Power Scraper:
a) Apron (tepian) dibuka, lalu fail gate (lubang untuk masuk keluar material) didorong di depan dengan berhati-hati supaya material keluar secara teratur. Blade (Cutting Edge) tidak boleh di turunkan terlampau rendah agar material tidak terhambat. Jika material belum turun/ keluar karena apron belum dibuka, fail gate tidak boleh didorong di depan, karena apron dapat hancur karena penekanan yang terjadi.
b) Bila material benar-benar lekat (misalkan material yang diangkut ialah lempung) apron perlu dibuka/ tutup seringkali supaya material ingin keluar bowl, lalu blade di turunkan sampai ketebalan yang diinginkan.
c) Penebaran akan rata bila kecepatan Power Scraper disamakan dengan kecepatan keluarnya material dari dalam bowl.
d) Material yang gampang mengucur keluar (misalkan pasir) bisa ditebarkan dengan kecepatan tinggi, dan umumnya gampang didapat tebaran material berbentuk lapisan-lapisan yang tipis dan rata.
6) Mengeruk Tanah Penutup Tipis Dan Tebal
Contoh penggunaan untuk mengeruk tanah penutup yang terlampau terjal, Power Scraper harus ditolong dengan Buldozer; bila kecuramannya sudah dikurangkan/ telah dilandaikan memakai Buldozer, karena itu baru dikeduk memakai Power Scraper, dan tanah diangkut ke arah tempat lain.
Dan Jika susunan penutup tanah sangt tebal, karena itu langkah pengalian tidak ditujukan ke segi tebing yang terjal, tapi lebih kurang sejajar dengan tebing itu.
Tehnik Operasionalisasi Scraper
Di saat pemuatan material, ejector ada di belakang, dan bowl di turunkan sampai cutting edge berkenaan tanah. Apron dibuka lebar. Alat selanjutnya bekerja maju secara perlahan-lahan. Di saat alat bekerja maju, tanah masuk ke bowl. Kedalaman penetratif bergantung pada seberapa jauh bowl di turunkan. Saat pekerjan pemuatan nyaris usai owl dinaikan perlahan-lahan dan apron di turunkan untuk meredam material tidak keluar bowl.
Pengiriman material dilaksanakan pada kecepatan tinggi. Baik bowl, apron atau ejector tidak lakukan pergerakan. Bowl tetap harus pada status di atas supaya cutting edge tidak berkenaan tanah yang mengakibatkan kerusakan pada cutting edge dan permukaan tanah terusik.
Perombakan muatan dilaksanakan dengan menaikan apron dan turunkan bowl sampai material dalam bowl keluar dengan tebal tertentu. Selanjutnya apron diangkat setinggi-tingginya dan ejector bekerja maju untuk menggerakkan tersisa material yang ada pada bowl. Di saat perombakan usai apron di turunkan, bowl dinaikan dan ejector diambil kembali ke tempat awal.
Keproduktifan Scraper
Keproduktifan scraper bergantung pada tipe material, tenaga untuk mengusung, keadaan jalan, kecepatan alat, atau efektivitas alat. Pertama kali jumlahnya material yang hendak dipindah dan jumlah pengiriman pada sebuah jam ditetapkan. Volume material yang hendak dipindah akan memengaruhi kemampuan scraper yang diputuskan. Dan jumlah pengiriman /jam bergantung di saat transisi scraper.