Saat melakukan pembangunan, tentunya Anda tidak lepas dari pemakaian alat berat. Alat ini akan memudahkan pembuatan project dengan mengalihkan, mengusung, atau bahkan juga mengeruk beberapa tempat yang tidak dapat tersentuh oleh tenaga manusia. Akan tetapi, alat berat tidak dapat didapat demikian saja. Ada harga yang perlu dibayar dan ada juga beberapa suku cadang alat berat yang dibeli untuk perawatan dan pergantian secara periodik.
bermacam alat beratBerikut ini ialah cara-cara yang dapat menjadi sumber pemakaian alat berat oleh kontraktor untuk pembangunan project.
Kontraktor beli alat berat. Bila kontraktor lakukan ini, tentu saja keuntungan yang didapatkan semakin lebih berlipat-lipat. Karena, status pemilikan alat berat membuat ongkos penggunaan jadi lebih kecil dibanding yang semestinya. Keuntungan yang didapatkan oleh kontraktor juga karakternya murni karena tak perlu dipisah ke sejumlah pos alat berat karena alat telah dipunyai sendiri.
Akan tetapi, ada juga banyak hal yang kemungkinan dipandang cukup bikin rugi dari pemilikan alat berat ini, yakni ongkos yang dikeluarkan untuk beli alat berat lumayan besar, belum juga ditambahkan ongkos perawatan, ongkos operasional, pajak, dan asuransi kendaraan.

Factor berikut yang umumnya membuat beberapa kontraktor ber-budget standard memutuskan untuk tidak beli alat berat karena ongkos operasionalisasinya juga lumayan besar. Namun, pantas dikenang jika pemilikan alat berat sebuah investasi apa lagi bila Anda memang menekuni di bagian konstruksi.
Kontraktor sewa lalu beli alat berat. Ini terjadi saat seorang kontraktor memilih untuk pinjam sebuah alat berat dalam waktu lama sampai project usai. Diakhir kontrak, karena faksi kontraktor telah kelamaan memakai alat berat ini dan telah rasakan kelebihan dan kekurangannya, selanjutnya mereka memilih untuk beli alat berat itu.
Sama dengan point satu, point dua juga ada keunggulan dan kekurangannya. Keunggulannya ialah faksi kontraktor alami keuntungan karena tidak harus keluarkan dana pemilikan dan dana yang dikeluarkan untuk beli alat beratnya juga tidak semahal saat beli baru. Kekurangannya, karena alat berat ini telah digunakan dalam periode waktu lama, usia pemakaiannya juga tidak dapat disetarakan dengan alat berat yang baru.
Ditambahkan lagi, kontraktor harus mulai memerhatikan ongkos perawatan yang cukup banyak.
Kontraktor sewa alat berat. Ini yang tersering dilaksanakan oleh beberapa kontraktor. Sewa alat berat untuk kerjakan project memang dirasakan sebagai jalan keluar yang cukup logis.
Mengapa begitu? Karena dana yang dikeluarkan untuk sewa alat sesuai dengan berapa lamanya waktu pemakaiannya. Dengan begitu, beberapa karyawan yang melakukan juga mempunyai deadline tentu karena waktu pinjaman alat berat telah diputuskan. Umumnya, perhitungan waktu penyimpanan dihitung tiap jam sekali.