14 Jenis Alat Berat Kehutanan

Industri kehutanan sebagai industri yang memerlukan beberapa alat berat kehutanan. Industri kehutanan sudah banyak berbeda dari yang jaman dulu memakai mekanisme padat kreasi, saat ini jadi mekanisme padat modal yang diikuti dengan adanya banyak penggunaan alat berat dan minimal pegawai tehnis lapangan.

Keproduktifan dari pemakaian alat berat tentu saja dalam jumlah besar akan memberikan keuntungan perusahaan kehutanan, baik perusahaan pemegang ijin IUPHHK-HA (Ijin Usaha Pendayagunaan Hasil Rimba Kayu dalam Rimba Alam) atau IUPHHK-HT (Ijin Usaha Pendayagunaan Hasil Rimba Kayu dalam Rimba Tanaman).

Tetapi, dalam rasio kecil sudah pasti pemakaian alat ini tidak efektif karena memerlukan modal awalan yang tinggi sekali. Harga dari alat berat ini sendiri umumnya lebih dari 1 M rupiah, bergantung dari tipe dan merk alat berat yang hendak dipakai.

1. Pemahaman Alat Berat

Alat berat sebagai mesin sama ukuran besar yang dibikin untuk lakukan beragam peranan yang tidak dapat dilaksanakan oleh manusia, seperti peranan konstruksi dan pembangunan dengan material memiliki bobot berat.
Alat berat ini mempunyai motor dengan daya yang tinggi sekali, lebih dari motor pada kendaraan biasa. Tetapi kecepatan pada alat berat tentu saja tidak sekencang kendaraan untuk bertransportasi.

Alat berat kehutanan ialah alat berat yang dipakai untuk beragam kepentingan pengendalian rimba, seperti penebangan, pemangkasan log, debarking, penyaradan, bedah muat, dan pengiriman.

2. Merk Dagang Alat Berat di Indonesia

Merk dagang alat berat kehutanan yang berada di Indonesia sekarang ini cuman dikuasai oleh merek-merek terkenal tertentu. Tidak ada merk alat berat yang dari Indonesia sendiri, semua merk dagang alat berat yang berada di Indonesia nyaris semua di luar negeri.

3. Tipe-Jenis Alat Berat Kehutanan

Banyak tipe alat berat yang digunakan dalam pemberdayaan rimba di Indonesia.
Penyeleksian tipe alat ini ditetapkan oleh factor ongkos (kepemilikan dan operasional), distribusi dan tersedianya suku cadang dan mekanik, operator, topography, curahan hujan, tipe tanah, mekanisme silvikultur, tipe rimba (rimba alam atau rimba tanaman), mekanisme pemanenan (full tree, tree lenght, atau cut to lenght).

Berikut beberapa jenis alat berat yang dipakai di rimba Indonesia :

1 Excavator

Excavator sebagai alat berat pengeruk tanah atau material yang lain dirasakan perlu dipindah. Alat berat pengeruk ini cuman bisa mengalihkan material hasil kerukannya dalam jarak yang dekat.
Dalam industri kehutanan, lebih persisnya di area konsesi perusahaa kehutanan, alat berat ini kerap dipakai untuk aktivitas pembikinan embung air, ambil tanah hebat soil untuk persemaian, dan ambil material longsor.

2. Loader

Loader atau kepiting (dengan bahasa beberapa orang lega di Kalimantan) sebagai alat berat yang dipakai untuk bedah muat log.
Loader untuk tambang dan loader untuk bidang kehutanan mempunyai ketidaksamaan di bagian depan alat beratnya, alat berat yang umum digunakan dipertambangan umumnya memakai blade, dan di bidang kehutanan umumnya memakai pencapit.

3. Skidder

Skidder sebagai nama umum semua jenis alat berat yang dipakai untuk penyaradan. Skidder ini datang dari bahasa inggris, yakni “skid” yang maknanya menyorong.

4. Delimber/Prosesor

Delimber sebagai alat yang umum digunakan pada excavator hidrolik. Alat berat ini mempunyai peranan untuk menggunting tangkai pohon dan mengulitinya. Dengan alat berat ini log semakin lebih gampang untuk diangkut.
Delimber ini bisa dipakai pada pemanenan dengan mekanisme (berdasar sortimennya) tree lenght. Karena jika digunakan pada mekanisme full tree (semua sisi pohon dipakai terhitung daun dan dahan) atau cut to lenght (log dipotongi berdasar keperluan industri) akan habiskan sumber daya.

5. Logging Truck

Logging truck sebagai alat berat untuk pengiriman log dari rimba ke arah ke arah tempat pemrosesan seterusnya, seperti industri, log pond, log yard, atau TPK.
Logging truck ini mempunyai tipe cap pengangkut yang berbeda tergantung pada muatan apa yang hendak termuat. Log kayu dari rimba alam dengan log kayu dari rimba tanaman sudah pasti mempunyai ketidaksamaan berbentuk dan ukuran, hingga logging truck yang digunakan mempunyai wujud yang lain.

Motor yang dipakai pada mesin ini ialah motor bakar diesel, bahan bakar solar dipakai untuk logging truck karena alat berat ini memerlukan tenaga yang kuat untuk mengusung beban meskipun kecepatannya tidak begitu kuat.

Kapal ponton sebagai kapal yang umumnya dipakai untuk mengusung log kayu dengan jumlah yang banyak. Kapal ponton ini sebagai salah satunya mekanisme pengiriman atas air. Mekanisme pengiriman yang lain dengan memakai rakit log kayu.

Kapal ponton umumnya tidak mempunyai motor pendorong, kapal ponton bergerak dengan memakai kapal kecil bermotor untuk menarik kapal ponton ini. Umumnya kapal ponton dipunyai oleh beberapa perusahaan manufacturing kehutanan, seperti perusahaan plywood (kayu lapis), pulp and paper, kayu serat, kayu partikel, dan lain-lain.

7. Back Hoe

Back hoe sebagai alat berat kombinasi di antara excavator dengan loader (yang mempunyai blade). Sisi depan dipasang alat blade dan sisi belakang dipasang bucket, hingga alat ini mempunyai kekuatan untuk menggali material dan mengalihkannya.

Karena alat yang dipunyai di bagian depan dan belakang, karena itu alat ini mempunyai bangku yang bisa diputar 360 derajat dan mempunyai dua sisi controller/alat setir.

8. Feller Buncher

Alat berat kehutanan ini sebagai tipe pemanen yang dipakai dalam penebangan. Peranan khusus dari alat berat ini ialah menebang pohon dan kumpulkan log kayu hasil tebangan untuk nanti disarad atau langsung diangkut oleh forwarder.

Alat berat ini serupa dengan excavator namun di bagian bucket-nya diganti dengan mesin gergaji pemotong pohon dan penggenggam tangkai pohon.

9. Forwarder

Forwarder sebagai salah satunya alat berat kehutanan yang mempunyai peranan khusus untuk mengusung log kayu hasil penebangan. Umumnya alat ini bekerja bersama dengan feller buncher atau harvester.
Forwarder umumnya dipakai di rimba tanaman industri karena mempunyai topography yang tidak begitu berat. Alat berat ini memakai ban karet hingga jika dalam cuaca hujan alat berat ini susah untuk dikontrol dan turunkan efektivitas pemakaian alat.

10. Harvester

Harvester atau dengan bahasa Indonesia bisa disimpulkan langsung dalam kata “pemanen” ialah tipe alat berat yang berperan dalam penebangan pohon dengan mekanisme cut-to-lenght.
Harvester umumnya dipakai bertepatan dengan forwarder yang berperan untuk mengusung log hasil tebangan.

11. Clambunk

Alat berat kehutanan ini mempunyai peranan khusus untuk meredam ambruknya pohon hasil tebangan dan menyaradnya langsung. Clambunk mempunyai dua alat khusus, yakni grapple untuk meredam ambruknya pohon hasil tebangan dan pencapit log untuk menyarad kayu.

Alat berat ini pas dipakai untuk pohon yang mempunyai diamter yang besar dan berharga tinggi. Dengan memakai alat ini kerusakan pada log bisa terkikis secara efektif.

12 Line Skidder

Line sebagai alat berat yang mempunyai alat sarad kabel. Kabel ini berperan untuk menarik kayu (menyarad) dengan kontribusi penderek yang dipasang di bagian belakang alat berat ini. Alat berat penyarad ini benar-benar menolong saat log kayu yang perlu disarad ada pada lokasi yang benar-benar terjal hingga tidak mungkin untuk dikunjungi oleh alat berat.

13 Grapple Skidder

Grapple skidder sebagai salah satunya alat berat yang mempunyai peranan khusus untuk menyarad kayu. Alat berat ini pas dipakai untuk menyarad log kayu yang berdiameter sedang sampai besar yang ada di lokasi tanah yang kering (jarang terserang hujan). Alat berat ini mempunyai ban karet (wheel) hingga cukup merepotkan jika bermanuver pada tempat basah.

14 Motor Grader

Motor grader sebagai alat berat yang dipakai untuk pembikinan jalan rimba. Peranan khusus dari alat ini untuk meratakan jalan dan mengalihkan material tanah dan bebatuan yang mengusik pengerahan kendaraan di tengah-tengah jalan.

Beberapa alat berat itu benar-benar bermanfaat dalam pemberdayaan rimba di Indonesia. Seorang rimbawan harus ketahui dan pahami beragam alat berat yang perlu digunakan dalam teritori konsesi mereka dengan tentu saja masih tetap melestarikan keberagaman hayati.

Related Posts

Leave a Reply