10 Jenis Alat Berat yang Digunakan Dalam Pekerjaan Konstruksi

Konstruksi sebagai aktivitas yang tidak terlepas dari pengangkatan beban yang berat. Umumnya beban konstruksi di atas beberapa ratus kg bahkan juga dapat sampai beberapa puluh ton sama dalam beban material-material bangunan. Untuk mengusung berat beban dalam aktivitas konstruksi, memakai alat berat.

Alat berat ini ialah beberapa mesin yang sanggup mengusung dan mengalihkan beban material konstruksi dari satu tempat ke arah tempat lain. Ada lima elemen yang ada pada alat berat, yakni implemen, alat traksi, susunan, sumber tenaga dan transmisinya, dan mekanisme kendalian.

Alat berat sebagai faktor penting dalam aktivitas konstruksi karenanya ada alat berat, akan mempermudah tugas konstruksi dan tingkatkan keselamatan dalam aktivitas konstruksi. Alat berat untuk konstruksi ada banyak tipe diataranya: bulldozer, excavator, wheel loader, motor scraper, motor grader, asphalt finishher, mobile crane, pneumatic tire roller, concrete batching plant dan tower crane.

Yok! kita baca ulasan berkenaan 10 tipe alat berat yang dipakai dalam konstruksi ini.

1. Bulldozer

Bulldozer sebagai alat berat yang mempunyai type taktor yang memakai Trek/ rantai dan diperlengkapi dengan blade/ pisau yang ada di muka alat. Bulldozer ini umumnya dipakai untuk aktivitas mengeruk, menggerakkan dan menarik material konstruksi. Selainnya blade yang disebut perlengkapan standard dari bulldozer, di bagian belakang bulldozer umumnya dipasang peralatan tambahan berbentuk Ripper dan Winch.

Ripper berperan untuk membedah material yang tidak bisa dikeduk memakai blade, misalnya: tugas pembikinan jalan atau pertambangan. Dan, Winch berperan untuk menarik material, umumnya kerap dipakai untuk tugas pengeluaran kayu di rimba.

2. Excavator

Excavator sebagai alat berat yang dipakai untuk pengurukan atau penggalian tanah. Excavator terbagi dalam Bucket, Bucket silinder, Arm, Arm silinder, Boom, Boom silinder, Trek, Swing drive, Cabin dan Engine/Hydraulic pump room.
• Bucket ialah keranjang yang berperan untuk mendukung peranan khusus excavator untuk menggali.
• Bucket silinder sebagai aktuator mekanisme hidrolik yang berupa silinder, lokasinya ada di arm atau lengan excavator.
• Arm atau lengan excavator berperan untuk mengayunkan bucket lebih jauh, karena ada lengan ini jarak ayunan bucket dapat semakin jauh hingga sanggup mendukung peranan lebih luas.
• Arm silinder ialah aktuator hidrolik berupa tabung yang berada pada boom excavator, perannya untuk menggerakan arm agar mengayun.
• Boom ialah lengan besar yang tersambung langsung ke excavator, peranan boom ini untuk mengayunkan arm lebih jauh kembali hingga capaian gerak bucket dapat semakin jauh.
• Boom silinder sebagai aktuator hidrolik yang ada pada boom, perannya untuk menggerakan boom turun naik.
• Track ialah kaki excavator, kaki excavator tidak dibuat dari ban tapi dibuat dari rantai besi serupa tank.
• Swing drive berperan sebagai engsel di antara bodi excavator dengan trek excavator, elemen ini memungkinkannya bodi excavator berputar-putar 360 derajat.
• Cabin ialah ruangan operasionalisasi excavator, perannya sebagai ruangan operator untuk mengontrol excavator.
• Engine/hydraulic pump room berada di bagian belakang bodi excavator, perannya untuk menempatkan mesin dan piranti pompa hidrolis yang dipakai untuk sumber pendorong excavator.

3. Wheel Loader

Wheel Loader ialah mesin alat berat yang dipakai dalam konstruksi untuk mengalihkan atau berisi bahan seperti aspal, beberapa puing perombakan, kotoran, salju, pakan, kerikil, kayu, mineral mentah, bahan daur ulangi, batu, pasir, woodchip, dan lain-lain ke atau ke tipe mesin yang lain. Alat pemindah wheel loader mempunyai jarak menempuh benar-benar pendek karena karakternya cuman mengalihkan material saja, dan alat angkut dapat tempuh jarak yang jauh seperti truk.

4. Motor Scraper

Motor scrapper ialah sebuah alat berat yang dipakai untuk menggunting lereng tanggul atau lereng bendungan, mengeruk tanah yang ada antara bangunan beton dan untuk meratakan jalan raya. Proses kerja alat ini sanggup mengeruk permukaan tanah sampai dengan tebal + 2,5 mm dan menumpuk satu tempat sampai tebal minimal + 2,5 mm juga. Tetapi alat ini mempunyai kekurangan yang cuman dapat mengusung dalam jarak yang dekat saja.

5. Motor Grader

Motor grader sebagai alat berat dengan balde panjang yang dipakai untuk meratakan permukaan pada proses perataan. Grader terdiri dari 3 as roda dengan mesin dan kabin yang ada di atas as roda belakang di satu ujung kendaraan dan as ke-3  di bagian ujung depan kendaraan, dengan blade panjang ada salah satunya.

Motor Grader ini umumnya dipakai untuk perawatan jalan tanah dan jalan berkerikil. Pada konstruksi aspal, motor grader umumnya dipakai untuk mempersiapkan landasan, untuk membikin permukaan datar tempat aspal akan dilapiskan.

Disamping itu, Motor Grader dipakai untuk membikin dasar fondasi pada tanah seblum pembangunan beberapa gedung yang besar. Motor Grader dapat membuat permukaan miring pada jalan dan di sejumlah negara Motor Grader dipakai untuk membikin parit dengan penampang wujud V yang dangkal disebelah jalan raya.

6. Asphalt Finishher

Aspal finishher sebagai alat untuk membentangkan kombinasi aspal yang dibuat dari Asphalt Mixing Plant (AMP) pada permukaan jalan yang ditangani. Ada 2 tipe Aspalt finishher yang umumnya dipakai yakni Tipe crawler yang memakai trek dan Tipe roda karet (Wheeled).

Aspalt finishher tipe trek mempunyai keunggulan yakni penghamparannya rebih lembut dan lebih datar dibanding Asphalt finishher yang memakai roda karet sama ukuran yang serupa. Pada pengaspalan jalan, peranan Asphalt finishher besar sekali khususnya pada tugas pengerasan dan lapisanan ulangi. Alat ini dapat memperhitungkan semua jenis tipe aspal.

7. Mobile Crane

Mobile crane sebagai alat angkat yang berupa truk yang dipasang crane di atasnya. Pada mobile crane ada boom teleskopik yang digerakkan dengan mekanisme hydraulic untuk perpanjang atau memendekkan boomnya.

Mobile crane mempunyai pengerahan yang paling gampang pantasnua truk angkut barang biasa tanpa kontribusi alat transportasi yang lain. Selainnya boom, mobile crane diperlengkapi dengan tiang penyangga untuk jaga supaya mobile crane masih tetap konstan saat mengusung barang. Disamping itu, mobile crane mempunyai kekurangan yakni tidak dapat dipakai di atas air.

8. Pneumatic Tire Roller

Pneumatic tire roller disebutkan dengan Universal Compactor, roda-roda penggilasnya terbagi dalam ban karet yang dipompa (pneumatic).Penggilas dengan ban ini mempunyai ciri-ciri khusus karena ada kneading efek, di mana air dan udara bisa didesak keluar (pada tepi-tepi ban) yang selekasnya akan menguap pada kondisi udara yang kering, kneading efek ini benar-benar menolong dalam usaha pemampatan beberapa bahan yang banyak terkandung lempung atau tanah liat.

Oleh karenanya tempat tugas perlu dibikin bersih dari beberapa benda tajam yang bisa menghancurkan roda. Formasi dari roda depan dan roda belakang selang-seling hingga sisi yang tidak tergilas oleh roda sisi depan maka digilas oleh roda sisi belakangnya. Peneumatic tire roller umumnya digunaan saat pecanduan sesudah penumpukan tempat usai. Arah dipakainya Peneumatic tire roller untuk memperoleh permuakan tempat yang padat dan lembut.

9. Concrete Batching Plant

Concrete bathing rencana sebagai alat berat yang berperan untuk menambah atau menghasilkan beton dalam produksi yang besar. Alat ini berperan untuk jaga kualitas ready mix selalu terlindungi sama sesuai standard, nilai slump tes dan strength tes nya konstan seperti keinginan. Kelebihan alat ini ialah bisa menghasilkan beton ready mix dalam jumlah yang besar dan kualitas yang terbangun.

10. Tower Crane

Tower crane sebagai alat berat yang mempunyai proses pergerakan yang kompleks yakni: kekuatang mengakat muatan (lifting), geser (trolleying), meredam muatan masih tetap di atas bila dibutuhkan dan bawa muatan ketempat yang ditetapkan (slewing dan travelling). Berdasar typenya, tower crane dipisah jadi 3 yakni: tower crane bebas berdiri (free standing crane), tower crane berdiri di atas rel (rail mounted crane dan tower crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane). Dari ke 3 type tower crane itu, konsep kerjanya hampir serupa yakni mengusung pada pergerakan horizontal, berputar-putar, bergerak secara radial, dan lain-lain.

Demikian artikel berkenaan 10 alat berat yang dipakai dalam tugas konstruksi. Mudah-mudahan artikel ini bisa berguna untuk kita semua. Silakan sharing ke medsos Anda, supaya rekan-rekan Anda bisa rasakan faedahnya. Selanjutnya, silakan follow situsnya untuk memperoleh up-date-an artikel. Terima kasih.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *